Cara Install Plugin WordPress

Pilihan 1: Cara install Plugin WordPress Melalui Dashboard WordPress

Terdapat lebih dari 46.000 plugin yang dalam direktori plugin WordPress.org saat ini. Seluruhnya dapat Anda unduh secara gratis. Ikuti langkah di bawah ini untuk mengetahui cara install plugin WordPress.

1. Akses dashboard WordPress kemudian pilih menu Plugins.

2. Klik tombol Add New yang ada di bagian atas halaman.

3. Anda dapat mencari plugin dengan memilih tag PopularFeatured, atau Recommended yang terletak pada bagian atas halaman. Selain itu Anda juga dapat menggunakan menu pencarian. Jika Anda sudah mengetahui plugin apa yang Anda inginkan, silakan ketikkan nama atau kata kunci yang sesuai pada kolom pencarian kemudian tekan Enter. Dalam contoh ini kami akan menginstal plugin WP Super Cache yang berguna untuk meningatkan kecepatan blog WordPress.

4. Setelah itu silakan tekan tombol Install pada plugin yang ingin diinstal.

5. Plugin yang baru saja Anda instal tidak langsung aktif. Karenanya, silakan aktifkan terlebih dahulu dengan klik tombol Activate.

6. Anda akan melihat notifikasi seperti di bawah ini apabila plugin telah aktif.

Pilihan 2: Cara install Plugin WordPress Secara Manual

Direktori plugin bukan satu-satunya tempat bagi Anda untuk mendapatkan plugin. Ada banyak penyedia plugin premium seperti CodeCanyon yang menawarkan lebih dari 4000 plugin berbayar. Sebelum mengikuti langkah di bawah ini, Anda perlu memiliki plugin yang sudah diunduh ke komputer terlebih dahulu.

1. Pada dashboard admin WordPress, silakan pilih menu Plugins kemudian klik tombol Add New.

2. Setelah itu silakan tekan tombol Upload Plugin.

3. Pada halaman baru, silakan klik tombol Choose File, untuk memilih plugin yang ada di komputer Anda, kemudian klik tombol Install Now.

4. Untuk mengaktifkan plugin dan menyelesaikan proses instalasi, silakan klik tombol Activate Plugin.

5. Pada langkah ini Anda sudah berhasil menginstal plugin dan mengaktifkannya.

Pilihan 3: Menggunakan FTP untuk Menginstal Plugin WordPress

Cara lain menginstal plugin WordPress adalah dengan menggunakan FTP client atau File Manager. Cara ini cukup membantu, terutama jika penyedia hosting Anda memberikan limit ukuran file yang diunggah dan Anda tidak dapat menginstal plugin melalui menu dashboard WordPress.

Hanya saja, cara ini kurang disarankan untuk pemula karena harus mengetahui penggunaan FTP atau File Manager terlebih dahulu. Di bawah ini adalah langkah untuk mengunggah plugin menggunakan FTP.

1. Extract plugin yang sebelumnya telah Anda unduh ke komputer terlebih dahulu.

2. Hubungkan ke akun hosting Anda menggunakan FTP client dan masuk ke direktori WordPress. Pada contoh ini, WordPress diinstal di public_html.

3. Silakan masuk ke direktori wp-content.

4. Buka folder plugins.

5. Unggah plugin yang sudah diekstrak ke folder plugins.

6. Setelah unggahan selesai, silakan buka dashboard admin WordPress dan pilih menu Plugins > Installed Plugins.

7. Setelah instalasi selesai, silakan aktifkan plugin tersebut dengan menekan tombol Activate.

8. Anda akan melihat notifikasi berwarna hijau pada bagian atas halaman apabila plugin telah selesai berhasil diaktifkan.

Kesimpulan

Kustomisasi yang ditawarkan plugin WordPress hampir tidak terbatas. Silakan tambahkan beragam fitur baru yang Anda inginkan, langsung pada website WordPress Anda. Dengan menyelesaikan tutorial cara install plugin WordPress ini, kini Anda telah mengetahui cara instalasi plugin melalui tiga cara berbeda.

Daftar Perlengkapan Camping yang Sama Sekali Tak Boleh Tertinggal

1. Tenda, frame, dan pasak adalah perlengkapan utama saat camping, jangan sampai ketinggalan

Camping tak lengkap jika tidak membawa tenda. Ada berbagai jenis tenda, mulai dari tenda pramuka, tenda dome, hingga flysheet. Saat ini tenda dome lebih diminati oleh banyak orang, selain mudah didirikan, tenda ini mudah dibawa ke mana-mana. Jangan lupa untuk membawa pasak dan frame bawaan tenda dome saat camping karena tenda tidak akan bisa berdiri tanpa adanya pasak dan frame.

2. Kompor dan gas untuk memasak

Saat ini banyak sekali kompor dan gas khusus untuk camping. Bobotnya kurang dari setengah kilo dan mudah di-packing di dalam tas sehingga tidak merepotkan saat dibawa. Bukan hanya itu, harganyapun beragam mulai dari Rp 70 ribuan hingga ratusan ribu.

3. Perlengkapan memasak wajib ada kalau ingin suasana camping jadi lebih hangat

Tidak usah membayangkan membawa wajan saat camping karena saat ini banyak sekali toko outdoor yang menjual perlengkapan memasak khusus camping. Harga yang dibanderol mulai dari Rp 100 ribuan dan mudah dipacking di dalam tas carrier. Jangan lupa juga membawa sendok dan piring plastik.

4. Korek api

Meskipun kecil, namun korek api adalah salah satu peralatan yang tak boleh ketinggalan saat camping. Korek api bisa menjadi alat untuk jaga-jaga jika pemantik kompor mati. Selain itu, korek api bisa menjadi alat untuk membuat api unggun agar suasana camping makin hangat.

5. Sleeping bag agar tidur makin nyenyak

Sleeping bag (SB) atau kantong tidur adalah hal yang wajib ada saat camping. SB bisa menghalangi suhu dingin saat camping. Tidur di tenda pun akan terasa hangat jika memakai SB.

6. Matras jangan sampai lupa

Banyak sekali jenis matras yang bisa dibawa saat camping. Bahannyapun beragam, ada matras lipat, matras isi udara, hingga matras biasa. Jika ingin membawa keluarga untuk camping, lebih baik membawa matras lipat atau matras isi udara agar lebih nyaman.

7. Senter, headlamp beserta baterai cadangan

Camping identik dengan menginap di alam bebas. Dalam suasana malam yang gelap, senter dan headlamp adalah hal yang penting. Usahakan untuk membawa senter atau headlamp sesuai jumlah orang yang camping agar tidak kesusahan saat malam tiba.

8. Logistik atau bahan makanan jangan sampai ketinggalan

Sebenarnya logistik tidak termasuk peralatan, melainkan bahan, namun kami masukkan dalam list peralatan karena pemula terutama, kadang lupa untuk membawa bahan makanan saat camping. Bawalah bahan makanan yang mudah untuk dimasak dan dinikmati seperti cokelat, bahan burger, kentang, sayuran, telur, dan sosis. Jika memungkinkan membawa beras, Kamu bisa membawanya dan memasaknya bersama teman atau keluarga.

9. Kantong plastik dan trash bag

Kantong plastik memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah wadah sampah. Jangan sampai kesenangan kita saat camping malam memberikan dampak buruk pada alam, maka dari itu jangan sampai lupa membawa kantong plastik atau trash bag.

10. Jaket, raincoat dan baju ganti juga wajib dibawa

Jaket, raincoat (jas hujan), dan baju ganti adalah perlengkapan yang juga wajib dibawa saat camping. Jaket berfungsi untuk menghalau hawa dingin, raincoat berfungsi jika tiba-tiba hujan. Peralatan ini sama pentingnya dengan peralatan yang lain.

11. Sepatu, sandal, dan kaos kaki juga harus dibawa

Beberapa orang menganggap peralatan ini sebagai hal yang opsional. Tapi kami rekomendasikan, Kamu wajib membawa sandal, sepatu dan kaos kaki saat camping. Sandal dan sepatu perlu Kamu bawa dua-duanya karena ada saat tertentu yang lebih nyaman menggunakan sandal daripada sepatu. Untuk kaos kaki, tentu saja Kamu butuh agar kakimu tak kedinginan dan tak digigit serangga ketika malam.

12. Pisau serbaguna

Saat camping dengan sedikit orang, debaiknya kamu membawa pisau serbaguna yang berisi sendok dan garpu lipat, lebih praktis dan tidak membutuhkan banyak ruangan untuk menyimpannya. Namun jika Kamu berangkat dengan banyak orang, lebih baik membawa pisau biasa saja karena beban tugas membawa barang bisa dibagi rata ke orang lain.

13. P3K dan survival kit

Meskipun kegiatanmu hanya camping di dekat rumah sekalipun, namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat camping. Membawa P3K dan survival kit adalah hal yang bermanfaat saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti luka pada tangan atau tas robek.

14. Tisu basah, tisu kering dan hand sanitizer

Tiga peralatan ini berfungi untuk kebersihan diri saat camping karena biasanya tempat camping jauh dari kamar mandi dan peradaban manusia.

15. Sebaiknya gunakan tas carrier untuk membawa peralatan

Usahakanlah untuk memasukkan peralatan camping dalam satu tas atau wadah karena biasanya beberapa barang kecil akan hilang dan ketinggalan jika tidak dipacking dalam satu tas atau wadah. Kamu bisa menggunakan tas carrier sebagai wadahnya. Bentuknya simpel tapi memiliki kapasitas banyak.

Bonus: 16. Kamera beserta baterai cadangan untuk memotret

Camping tidak lengkap jika belum mengabadikannya dalam bentuk foto dan mengunggahnya di Instagram. Maka dari itu jangan lupa membawa kamera saat camping karena momen ini mungkin akan menjadi momen yang tidak akan bisa dilupakan.

 

 

7 dosa pendaki gunung yang harus dihindari

1. Masuk lokasi pendakian tanpa melapor
Begitu sampai di lokasi pendakian, jangan anggap remeh untuk melapor di pos pertama. Petugas yang siaga di sana dimaksudkan untuk mendata kapan setiap pendaki datang dan akan turun dari gunung. Jika melewati waktu yang diperkirakan, petugas yang akan mencari langsung ke tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Nggak sopan
Meski berada di atas gunung yang sepi, bukan berarti tata bicaramu jadi asal-asalan. Mulai dari sesampainya di lokasi pendakian, biasakanlah berbicara dengan sopan—apalagi ketika bertemu penduduk setempat. Hindari kata-kata kasar, mulai dari memaki sampai mengucapkan kata-kata nggak senonoh. Ucapkan kata “permisi” atau mengikuti peraturan setempat ketika kamu hendak BAK atau BAB, untuk menghindari hal-hal mistis yang konon kerap terjadi.

3. ‘Kreatif’ mencari jalur
Sudah nggak terhitung kasus pendaki yang tersesat karena mencoba jalur yang berbeda dengan yang sudah ditetapkan. Mereka ‘kreatif’ mencari jalur alternatif, yang sebenarnya justru malah bikin tersesat dan memperpanjang waktu tempuh. Ujung-ujungnya, malah merepotkan tim satgas yang harus mencari, kan. Belum lagi risiko merusak jalur hijau yang memang nggak diperuntukkan sebagai rute pendakian.

4. Buang sampah sembarangan
Hari gini masih saja buang sampah sembarangan? Please, bawa pulang semua yang kamu bawa kembali ke tempat asalmu. Mulai dari tisu bekas, sampah kemasan makanan, wadah sampo dan sabun, sampai puntung rokok—apalagi yang masih menyala, it’s a big no no! Ingat, satu-satunya yang boleh ditinggalkan travelers saat meninggalkan gunung adalah jejak kaki, lho.

5. Tidak memelihara sumber air yang ada
Melihat air terjun atau sungai yang ada di depan tempat tenda, bukan berarti kamu bisa semena-mena, travelers. Sumber air yang bersih, bisa jadi dimanfaatkan penduduk lokal untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Jangan sampai kita mengotorinya dengan membuang sisa sampo atau sabun sembarangan. Jika hasrat ingin BAK atau BAB muncul, lakukan di tanah yang sudah digali cukup dalam, lalu kubur kembali dengan sisa tanah. Jangan lakukan di sungai yang bersih, ya!

6. Api unggun
Ketika kamu meninggalkan area perkemahan dan nggak memastikan api unggun benar-benar padam, hal ini bisa menyulut api yang lebih besar, terutama di musim kemarau. Apalagi ketika api menyulut daun dan ranting di sekitar api unggun, teksturnya yang kering membuat api lebih cepat membesar.

7. Vandalisme 
Travelers Indonesia pernah jadi sorotan dunia karena melakukan vandalisme, dengan mencoret-coret Gunung Fuji yang dianggap sakral oleh penduduk setempat. Nggak perlu jauh-jauh ke Jepang, hal memalukan ini sudah sering terjadi di negeri kita sendiri. Lihat saja puncak Mahameru yang penuh coretan tangan usil, mulai dari pohon, dinding tebing, sampai batuannya. Belum lagi mencabut bunga dan membawanya pulang sebagai kenang-kenangan—padahal cepat layu dan dibuang. Kalau ingin membawa pulang kenang-kenangan, kan, bisa dengan cara berfoto. Ingat, kalau bukan kita yang memelihara, siapa lagi, travelers?

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Design a site like this with WordPress.com
Get started