Cara Install Plugin WordPress

Pilihan 1: Cara install Plugin WordPress Melalui Dashboard WordPress

Terdapat lebih dari 46.000 plugin yang dalam direktori plugin WordPress.org saat ini. Seluruhnya dapat Anda unduh secara gratis. Ikuti langkah di bawah ini untuk mengetahui cara install plugin WordPress.

1. Akses dashboard WordPress kemudian pilih menu Plugins.

2. Klik tombol Add New yang ada di bagian atas halaman.

3. Anda dapat mencari plugin dengan memilih tag PopularFeatured, atau Recommended yang terletak pada bagian atas halaman. Selain itu Anda juga dapat menggunakan menu pencarian. Jika Anda sudah mengetahui plugin apa yang Anda inginkan, silakan ketikkan nama atau kata kunci yang sesuai pada kolom pencarian kemudian tekan Enter. Dalam contoh ini kami akan menginstal plugin WP Super Cache yang berguna untuk meningatkan kecepatan blog WordPress.

4. Setelah itu silakan tekan tombol Install pada plugin yang ingin diinstal.

5. Plugin yang baru saja Anda instal tidak langsung aktif. Karenanya, silakan aktifkan terlebih dahulu dengan klik tombol Activate.

6. Anda akan melihat notifikasi seperti di bawah ini apabila plugin telah aktif.

Pilihan 2: Cara install Plugin WordPress Secara Manual

Direktori plugin bukan satu-satunya tempat bagi Anda untuk mendapatkan plugin. Ada banyak penyedia plugin premium seperti CodeCanyon yang menawarkan lebih dari 4000 plugin berbayar. Sebelum mengikuti langkah di bawah ini, Anda perlu memiliki plugin yang sudah diunduh ke komputer terlebih dahulu.

1. Pada dashboard admin WordPress, silakan pilih menu Plugins kemudian klik tombol Add New.

2. Setelah itu silakan tekan tombol Upload Plugin.

3. Pada halaman baru, silakan klik tombol Choose File, untuk memilih plugin yang ada di komputer Anda, kemudian klik tombol Install Now.

4. Untuk mengaktifkan plugin dan menyelesaikan proses instalasi, silakan klik tombol Activate Plugin.

5. Pada langkah ini Anda sudah berhasil menginstal plugin dan mengaktifkannya.

Pilihan 3: Menggunakan FTP untuk Menginstal Plugin WordPress

Cara lain menginstal plugin WordPress adalah dengan menggunakan FTP client atau File Manager. Cara ini cukup membantu, terutama jika penyedia hosting Anda memberikan limit ukuran file yang diunggah dan Anda tidak dapat menginstal plugin melalui menu dashboard WordPress.

Hanya saja, cara ini kurang disarankan untuk pemula karena harus mengetahui penggunaan FTP atau File Manager terlebih dahulu. Di bawah ini adalah langkah untuk mengunggah plugin menggunakan FTP.

1. Extract plugin yang sebelumnya telah Anda unduh ke komputer terlebih dahulu.

2. Hubungkan ke akun hosting Anda menggunakan FTP client dan masuk ke direktori WordPress. Pada contoh ini, WordPress diinstal di public_html.

3. Silakan masuk ke direktori wp-content.

4. Buka folder plugins.

5. Unggah plugin yang sudah diekstrak ke folder plugins.

6. Setelah unggahan selesai, silakan buka dashboard admin WordPress dan pilih menu Plugins > Installed Plugins.

7. Setelah instalasi selesai, silakan aktifkan plugin tersebut dengan menekan tombol Activate.

8. Anda akan melihat notifikasi berwarna hijau pada bagian atas halaman apabila plugin telah selesai berhasil diaktifkan.

Kesimpulan

Kustomisasi yang ditawarkan plugin WordPress hampir tidak terbatas. Silakan tambahkan beragam fitur baru yang Anda inginkan, langsung pada website WordPress Anda. Dengan menyelesaikan tutorial cara install plugin WordPress ini, kini Anda telah mengetahui cara instalasi plugin melalui tiga cara berbeda.

Daftar Perlengkapan Camping yang Sama Sekali Tak Boleh Tertinggal

1. Tenda, frame, dan pasak adalah perlengkapan utama saat camping, jangan sampai ketinggalan

Camping tak lengkap jika tidak membawa tenda. Ada berbagai jenis tenda, mulai dari tenda pramuka, tenda dome, hingga flysheet. Saat ini tenda dome lebih diminati oleh banyak orang, selain mudah didirikan, tenda ini mudah dibawa ke mana-mana. Jangan lupa untuk membawa pasak dan frame bawaan tenda dome saat camping karena tenda tidak akan bisa berdiri tanpa adanya pasak dan frame.

2. Kompor dan gas untuk memasak

Saat ini banyak sekali kompor dan gas khusus untuk camping. Bobotnya kurang dari setengah kilo dan mudah di-packing di dalam tas sehingga tidak merepotkan saat dibawa. Bukan hanya itu, harganyapun beragam mulai dari Rp 70 ribuan hingga ratusan ribu.

3. Perlengkapan memasak wajib ada kalau ingin suasana camping jadi lebih hangat

Tidak usah membayangkan membawa wajan saat camping karena saat ini banyak sekali toko outdoor yang menjual perlengkapan memasak khusus camping. Harga yang dibanderol mulai dari Rp 100 ribuan dan mudah dipacking di dalam tas carrier. Jangan lupa juga membawa sendok dan piring plastik.

4. Korek api

Meskipun kecil, namun korek api adalah salah satu peralatan yang tak boleh ketinggalan saat camping. Korek api bisa menjadi alat untuk jaga-jaga jika pemantik kompor mati. Selain itu, korek api bisa menjadi alat untuk membuat api unggun agar suasana camping makin hangat.

5. Sleeping bag agar tidur makin nyenyak

Sleeping bag (SB) atau kantong tidur adalah hal yang wajib ada saat camping. SB bisa menghalangi suhu dingin saat camping. Tidur di tenda pun akan terasa hangat jika memakai SB.

6. Matras jangan sampai lupa

Banyak sekali jenis matras yang bisa dibawa saat camping. Bahannyapun beragam, ada matras lipat, matras isi udara, hingga matras biasa. Jika ingin membawa keluarga untuk camping, lebih baik membawa matras lipat atau matras isi udara agar lebih nyaman.

7. Senter, headlamp beserta baterai cadangan

Camping identik dengan menginap di alam bebas. Dalam suasana malam yang gelap, senter dan headlamp adalah hal yang penting. Usahakan untuk membawa senter atau headlamp sesuai jumlah orang yang camping agar tidak kesusahan saat malam tiba.

8. Logistik atau bahan makanan jangan sampai ketinggalan

Sebenarnya logistik tidak termasuk peralatan, melainkan bahan, namun kami masukkan dalam list peralatan karena pemula terutama, kadang lupa untuk membawa bahan makanan saat camping. Bawalah bahan makanan yang mudah untuk dimasak dan dinikmati seperti cokelat, bahan burger, kentang, sayuran, telur, dan sosis. Jika memungkinkan membawa beras, Kamu bisa membawanya dan memasaknya bersama teman atau keluarga.

9. Kantong plastik dan trash bag

Kantong plastik memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah wadah sampah. Jangan sampai kesenangan kita saat camping malam memberikan dampak buruk pada alam, maka dari itu jangan sampai lupa membawa kantong plastik atau trash bag.

10. Jaket, raincoat dan baju ganti juga wajib dibawa

Jaket, raincoat (jas hujan), dan baju ganti adalah perlengkapan yang juga wajib dibawa saat camping. Jaket berfungsi untuk menghalau hawa dingin, raincoat berfungsi jika tiba-tiba hujan. Peralatan ini sama pentingnya dengan peralatan yang lain.

11. Sepatu, sandal, dan kaos kaki juga harus dibawa

Beberapa orang menganggap peralatan ini sebagai hal yang opsional. Tapi kami rekomendasikan, Kamu wajib membawa sandal, sepatu dan kaos kaki saat camping. Sandal dan sepatu perlu Kamu bawa dua-duanya karena ada saat tertentu yang lebih nyaman menggunakan sandal daripada sepatu. Untuk kaos kaki, tentu saja Kamu butuh agar kakimu tak kedinginan dan tak digigit serangga ketika malam.

12. Pisau serbaguna

Saat camping dengan sedikit orang, debaiknya kamu membawa pisau serbaguna yang berisi sendok dan garpu lipat, lebih praktis dan tidak membutuhkan banyak ruangan untuk menyimpannya. Namun jika Kamu berangkat dengan banyak orang, lebih baik membawa pisau biasa saja karena beban tugas membawa barang bisa dibagi rata ke orang lain.

13. P3K dan survival kit

Meskipun kegiatanmu hanya camping di dekat rumah sekalipun, namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat camping. Membawa P3K dan survival kit adalah hal yang bermanfaat saat terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti luka pada tangan atau tas robek.

14. Tisu basah, tisu kering dan hand sanitizer

Tiga peralatan ini berfungi untuk kebersihan diri saat camping karena biasanya tempat camping jauh dari kamar mandi dan peradaban manusia.

15. Sebaiknya gunakan tas carrier untuk membawa peralatan

Usahakanlah untuk memasukkan peralatan camping dalam satu tas atau wadah karena biasanya beberapa barang kecil akan hilang dan ketinggalan jika tidak dipacking dalam satu tas atau wadah. Kamu bisa menggunakan tas carrier sebagai wadahnya. Bentuknya simpel tapi memiliki kapasitas banyak.

Bonus: 16. Kamera beserta baterai cadangan untuk memotret

Camping tidak lengkap jika belum mengabadikannya dalam bentuk foto dan mengunggahnya di Instagram. Maka dari itu jangan lupa membawa kamera saat camping karena momen ini mungkin akan menjadi momen yang tidak akan bisa dilupakan.

 

 

7 dosa pendaki gunung yang harus dihindari

1. Masuk lokasi pendakian tanpa melapor
Begitu sampai di lokasi pendakian, jangan anggap remeh untuk melapor di pos pertama. Petugas yang siaga di sana dimaksudkan untuk mendata kapan setiap pendaki datang dan akan turun dari gunung. Jika melewati waktu yang diperkirakan, petugas yang akan mencari langsung ke tujuan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

2. Nggak sopan
Meski berada di atas gunung yang sepi, bukan berarti tata bicaramu jadi asal-asalan. Mulai dari sesampainya di lokasi pendakian, biasakanlah berbicara dengan sopan—apalagi ketika bertemu penduduk setempat. Hindari kata-kata kasar, mulai dari memaki sampai mengucapkan kata-kata nggak senonoh. Ucapkan kata “permisi” atau mengikuti peraturan setempat ketika kamu hendak BAK atau BAB, untuk menghindari hal-hal mistis yang konon kerap terjadi.

3. ‘Kreatif’ mencari jalur
Sudah nggak terhitung kasus pendaki yang tersesat karena mencoba jalur yang berbeda dengan yang sudah ditetapkan. Mereka ‘kreatif’ mencari jalur alternatif, yang sebenarnya justru malah bikin tersesat dan memperpanjang waktu tempuh. Ujung-ujungnya, malah merepotkan tim satgas yang harus mencari, kan. Belum lagi risiko merusak jalur hijau yang memang nggak diperuntukkan sebagai rute pendakian.

4. Buang sampah sembarangan
Hari gini masih saja buang sampah sembarangan? Please, bawa pulang semua yang kamu bawa kembali ke tempat asalmu. Mulai dari tisu bekas, sampah kemasan makanan, wadah sampo dan sabun, sampai puntung rokok—apalagi yang masih menyala, it’s a big no no! Ingat, satu-satunya yang boleh ditinggalkan travelers saat meninggalkan gunung adalah jejak kaki, lho.

5. Tidak memelihara sumber air yang ada
Melihat air terjun atau sungai yang ada di depan tempat tenda, bukan berarti kamu bisa semena-mena, travelers. Sumber air yang bersih, bisa jadi dimanfaatkan penduduk lokal untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Jangan sampai kita mengotorinya dengan membuang sisa sampo atau sabun sembarangan. Jika hasrat ingin BAK atau BAB muncul, lakukan di tanah yang sudah digali cukup dalam, lalu kubur kembali dengan sisa tanah. Jangan lakukan di sungai yang bersih, ya!

6. Api unggun
Ketika kamu meninggalkan area perkemahan dan nggak memastikan api unggun benar-benar padam, hal ini bisa menyulut api yang lebih besar, terutama di musim kemarau. Apalagi ketika api menyulut daun dan ranting di sekitar api unggun, teksturnya yang kering membuat api lebih cepat membesar.

7. Vandalisme 
Travelers Indonesia pernah jadi sorotan dunia karena melakukan vandalisme, dengan mencoret-coret Gunung Fuji yang dianggap sakral oleh penduduk setempat. Nggak perlu jauh-jauh ke Jepang, hal memalukan ini sudah sering terjadi di negeri kita sendiri. Lihat saja puncak Mahameru yang penuh coretan tangan usil, mulai dari pohon, dinding tebing, sampai batuannya. Belum lagi mencabut bunga dan membawanya pulang sebagai kenang-kenangan—padahal cepat layu dan dibuang. Kalau ingin membawa pulang kenang-kenangan, kan, bisa dengan cara berfoto. Ingat, kalau bukan kita yang memelihara, siapa lagi, travelers?

Mau Naik Gunung? Ini Barang Pribadi yang Wajib Dibawa

1. Atasan dry quick
Kaus berbahan cepat kering atau dry quick penting dibawa oleh pendaki. Kaus ini berbobot ringan. Tentu tak memberi beban lebih pada carrier. Saat kena air hujan pun kaus tersebut bakal cepat kering. “Karena ada teknologi wicking yang menyerap air atau keringat”.

2. Sepatu gunung dengan desain middle cut
Sepatu middle cut menjadi peranti penting yang wajib dibawa secara personal. Sepatu model semi-booth ini akan melindungi telapak kaki dan mata kaki dari akar-akar yang melintang, bebatuan tajam, dan cipratan dari genangan air.

3. Trekking pole
Trekking pole atau tongkat jalan akan membantu pendaki menyukseskan perjalanan turun gunungnya. “Penting untuk turun gunung karena dapat menahan beban tubuh,” ujarnya. Idealnya, masing-masing pendaki membawa dua trekking pole. Keduanya akan menyeimbangkan langkah kaki kanan dan kiri selama perjalanan.

4. Head lamp
Head lamp atau lampu senter yang dipasangkan di kepala amat penting dibawa ketika pendaki melakukan pendakian. Lampu bantuan ini akan menolong mereka melewati medan gelap saat malam hari.

5. Matras dan slepping bag
Tak kalah penting, matras dan slepping bag kudu masuk carrier masing-masing pendaki. Keduanya akan melindungi pendaki dari hawa dingin di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, yang suhunya kadang-kadang mendekati nol derajat.

6. Manajemen layer
Perlengkapan manajemen layer, meliputi based layer, polar, dan jaket windbreaker, penting digunakan saat malam hari di gunung. Tiga jenis pakaian tersebut bakal digunakan berlapis guna melindungi tubuh dari hawa dingin. Selain itu, mengantisipasi pendaki terserang hipotermia.

7. Jas hujan
Jas hujan wajib masuk carrier bagian luar. Sebab, cuaca di pegunungan tak menentu. Hujan dapat turun tiba-tiba dan pendaki kudu langsung siap memakai jas hujan.

Tips Simple Merawat Kamera Mirrorless/DSLR Agar Lebih Awet

Anda suka membeli perlengkapan/gear fotografi untuk menunjang hobi? Masalahnya, pada akhirnya tuh merawat tidak semudah membeli. Kadang terlalu banyak memiliki gear berujung tidak sempat merawatnya, alhasil performanya memburuk lalu Anda “membuangnya”. Hmmm, jangan sampai begitu ya!

Suka tidak suka Anda harus merawatnya, minimal tahu bagaimana caranya memperlakukan dengan benar agar usia perlengkapan fotografi Anda bisa lebih panjang.

Tidak rumit kok seperti yang akan kita ulas berikut ini.

 

Baju Bukanlah Kain Pembersih Lensa

Bagi Anda yang masih suka memakai baju untuk mengelap lensa kamera sebaiknya segera menghentikannya. Walau tampak bersih namun baju sudah ditempeli partikel debu dan keringat yang tak kasat mata tapi sangat berpengaruh untuk lensa.

Ingatlah, lensa memiliki lapisan optical yang sensitif. Belum lagi kainnya bisa menggores lapisan lensa. Sama seperti kacamata, kalau Anda asal-asalan mengelapnya maka akan cepat muncul goresan halus.

Cara terbaik ya gunakan kain lap khusus untuk lensa. Akan lebih baik memakai air blower dan brush khusus yang bisa dibeli di toko kamera.

 

Pakailah Strap Kamera

Tali/strap kamera bukanlah sekedar hiasan karena didesain untuk jadi pengaman kamera Anda. Ada yang tidak suka menggunakan tali kamera karena ribet/tidak leluasa tapi sebaiknya tetap dipakai. Lebih baik Anda membiasakan diri daripada kamera rusak karena terjatuh. Bisa saja kan Anda sedang memotret tiba-tiba tersenggol lalu kamera terlepas dari tangan. Itulah guna tali kamera, menghindari tragedi seperti itu.

 

Biasakan menutup lensa kamera

Saat Anda tidak sedang menggunakan kamera, pastikan lensa dalam keadaan tertutup. Begitupun saat lensa dilepas dari bodi kamera. Pastikan depan belakang, semua tertutup cap agar tetap terjaga bersih. Apalagi jika memotret di outdoor, harus ekstra hati-hati.

 

Lindungi sensor

Sensor itu tidak hanya sensitif terhadap cahaya tapi juga debu dan kotoran. Jika Anda memakai lensa interchangeable (alias yang bisa gonta-ganti lensa) maka akan ada masanya sensornya kotor. Itu wajar terjadi, bahkan di era teknologi canggih dengan adanya self-cleaning sensors di kamera keluaran terbaru.

Untuk menjaganya tetap bersih, pastikan lensa selalu terpasang pada bodi kamera. Jika hendak mencopot lensa, pastikan langsung menutup sensornya pakai body cap secepat mungkin. Kalaupun tidak memungkinkan cepat maka Anda bisa membaliknya, memposisikan sensor yang terbuka menghadap ke bawah sehingga meminimalisir kotoran masuk ke sensor. Pastikan lokasi untuk mengganti lensa kering dan bersih ya.

 

Sabarlah menunggu Memory card

Sudah jadi aturan umum untuk tidak mencopot memory card ketika kamera masih on. Kebanyakan kamera memiliki lampu “status” yang akan berkedip ketika card sedang diakses. Jadi pastikan prosesnya sudah selesai sempurna sebelum mengeluarkan memory card. Kalau belum selesai berproses ya siap-siap Anda kehilangan file foto/video.

Setelah mem-back up data sebaiknya di-reformat saja. Anda bisa melakukannya dengan mengakses menu setting di kamera. Setiap membeli memory card baru sebaiknya di-format dulu di kamera sebelum memakainya. Kenapa harus dilakukan di kamera?

Karena dikhawatirkan format memori yang sebelumnya tidak akan kompatibel dengan kamera baru Anda nanti. Jadi kalau card-nya error cobalah diformat saja.

 

Isilah baterai sebelum digunakan

Meski Anda tidak menggunakan kamera dalam jangka waktu lama tetap charge baterainya sebelum dipakai. Sebab isinya pasti akan tetap berkurang, apalagi jika kondisi penyimpanan terlalu panas ataupun terlalu dingin.

Jangan lupa bawa cadangan baterai dan charger-nya kemanapun saat Anda membawa kamera. Baterai yang mendadak habis tentunya bakal membuat Anda kehilangan momen berharga kan.

 

Bawalah tas kamera

Tidak sedikit orang yang suka fotografi, biasanya pemula, malas membawa tas kamera karena merasa ribet atau terlalu menarik perhatian. Tapi sebaiknya ya bawa tas kamera untuk melindungi gear fotografi Anda.

Namun jangan sembarangan memilih tas hanya karena Anda suka. Pilih dari brand kamera Anda atau jika ingin brand lain pastikan dalamnya ada sekat-sekat. Gunanya untuk menahan gear agar tidak terbentur satu sama lain saat terkena guncangan saat bergerak.

Ada banyak jenis tas kamera kok mulai dari sling bag, shoulder bag hingga ransel.

 

Rawatlah Shutter

Kamera digital tetap memakai shutter agar bisa menjepret kamera. Namanya komponen ya bisa aus, begitupun shutter pada kamera, apalagi kerjanya buka-tutup dengan cepat. Shutter di kamera high end biasanya mampu bekerja baik sampai 400 ribu kali jepret.

Setelah angka itu biasanya performa shutter mulai menurun. Kalau itu terjadi Anda bisa mengirimnya ke produsennya untuk diperbaiki. Ibaratnya sama seperti mobil yang butuh diservice untuk diganti komponennya yang aus agar kembali sehat. Jadi menyervis shutter bakal membutuhkan biaya yang agak lumayan. Setidaknya ini lebih efektif daripada membeli baru untuk yang tight budget.

 

Nah, jadi sudah mulai mengerti hal-hal kecil namun signifikan ini kan? Yuk dirawat kameranya…

Taman Edelweiss, Destinasi Wisata Hits dan Instagramable di Bali. Cocok untuk Liburan Akhir Tahun! Taman Edelweiss Karangasem Bali

Bali nggak pernah berhenti memanjakan pengunjung yang datang ke sana. Selalu saja ada tempat wisata baru dan menjanjikan pesona yang luar biasa. Liburan ke Sanur dan Kuta sudah biasa kali ya. Seminyak dan Canggu juga penuh dengan turis sehingga kurang nyaman. Coba deh ke arah utara, di pegunungan yang indah di pedalaman Bali. Kamu bisa mengunjungi banyak wisata alam yang indah namun pengunjungnya nggak seramai di Kuta dan sekitarnya.

Salah satu spot liburan baru yang wajib dikunjungi adalah Taman Edelweiss Bali. Tempat wisata yang berlokasi di Banjar Dinas Temukus, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem ini instagramable abis. Ya mirip taman-taman bunga di pulau Jawa lah. Ada spot foto dan taman warna-warni yang cocok buat liburan di akhir pekan. Seperti apa serunya liburan ke sana? Yuk simak ulasannya bareng Hipwee Travel.

Taman Edelweiss ini berada di Karangasem, kawasan yang mungkin tak sepopuler Kuta atau Ubud. Tapi kamu harus ke sana karena ada Taman Edelweiss yang memesona

Pernahkah kamu melihat bunga edelweiss? Kalau kamu nggak hobi mendaki gunung mungkin akan sulit untuk menjumpainya sendiri. Bunga ini biasanya tumbuh di tempat-tempat tinggi seperti di gunung. Bagi yang suka mendaki edelweiss mungkin tidak asing lagi. Terlebih, bunga ini juga dilarang untuk dipetik oleh pendaki.

Di Bali, tepatnya di Karangasem, terdapat tempat wisata baru bernama Taman Edelweiss. Mungkin kamu berpikir kalau taman ini berisi bunga edelweiss. Nyatanya tidak, bunganya hanya mirip saja dengan edelweiss. Bunga ini bernama bunga kasna. Padang bunga kasna terhampar luas di sini. Letaknya tak begitu jauh dari Pura Besakih. Jadi bisa sekalian mampir deh.

Nggak cuma ada taman bunga, ada pula spot foto yang bakal bikin kamu betah berlama-lama di sana

Meskipun sebenarnya tempat wisata ini nggak baru-baru amat, tapi destinasi ini hits karena muncul berbagai spot foto di tahun ini. Ada kincir angin, latar berbentuk ‘love’, maupun pondokan yang mirip semacam gardu pandang. Wah nggak bakal nyesel deh ke sana. Bakal banyak dapat foto-foto yang bisa buat update Instagram. Hehehe.

Biaya masuknya cuma 5 ribu rupiah aja lho. Nggak jauh dari sana juga banyak spot wisata yang oke punya, salah satunya kebun bunga marigold

Mungkin wisata ke Karangasem tidak terlalu diminati ya dibanding kawasan Bali selatan. Namun sekarang nggak bisa dipandang sebelah mata. Selain Pura Besakih ada pula Taman Edelweiss dan Taman Gumitir di mana terdapat bunga marigold yang berwarna kuning dan oranye. Selain banyak tempat wisata, tiket masuknya pun bisa dibilang sangatlah murah. Untuk masuk ke Taman Edelweiss, kamu cukup bayar 5 ribu rupiah saja kok.

Yuk, kapan nih kamu ke Bali lagi? Jangan lupa mampir ya ke Taman Edelweiss!

Catet, 6 Destinasi Wisata yang Sebaiknya Nggak Kamu Kunjungi di Liburan Akhir Tahun Ini! Jangan Ke Tempat Wisata Ini Dulu Deh Ya

Tahun 2018 tinggal menghitung hari. Sebagian dari kamu pasti sudah merencanakan liburan di momen libur Natal dan Tahun Baru nanti. Ada yang mau berlibur ke Singapura, tak sedikit yang sudah beli tiket ke Bali. Kalau kamu sendiri pergi ke mana nih di akhir tahun? Atau nggak ke mana-mana karena duitnya nggak ada? Pukpuk deh kalau gitu.

Kamu boleh saja liburan di akhir tahun. Tapi nggak semua tempat ‘worth it’ buat diperjuangkan. Mungkin di hari biasa nggak masalah. Tapi kalau di akhir tahun, ya mikir-mikir lagi lah kalau harus ke sana. Ada banyak alasan sih, selain karena cuaca nggak bagus, destinasi ini juga ramai dikunjungi orang di akhir tahun. Kalau terlalu rame ‘kan nggak enak juga ya.

Yuk simak 6 destinasi wisata yang sebaiknya tidak kamu kunjungi saat liburan akhir tahun!

1. Gili Lawa di Kepulauan Komodo sempat mengalami kebakaran hebat beberapa bulan lalu. Sampai saat ini pulau ini belum pulih dan butuh waktu recovery

Gili Lawa adalah salah satu pulau paling indah di Labuan Bajo. Namun keindahannya yang luar biasa tersebut sirna dalam semalam ketika api membakar seluruh tanaman yang ada di sana. Pulau yang terkenal dengan sunrise dan sunsetnya ini jadi tidak bisa dikunjungi sampai pulih kembali. Jadi kalau kamu berencana ke Kepulauan Komodo, urungkan niat untuk menyaksikan keindahan Gili Lawa yang telah terbakar ini.

2. Gua Pindul setiap liburan panjang dibanjiri oleh pengunjung. Bagaikan lautan cendol deh kalau kamu ikutan ke sana

Setiap liburan panjang, Gua Pindul di Gunungkidul selalu dibanjiri oleh wisatawan. Banyaknya wisatawan ini memenuhi aliran sungai bawah tanah di Pindul. Alhasil, Gua Pindul seolah dipenuhi cendol berwarna-warni karena pengunjung mengenakan pelampung yang berwarna-warni. Kalau kamu pengen liburan yang nyaman, mending jangan ke Pindul dulu deh.

3. Gunung Semeru termasuk Ranu Kumbolo sudah full booking di akhir tahun. Jadi ya kamu nggak bisa liburan ke sana!

Berbeda dengan beberapa tahun lalu yang penuh dengan pendaki, kini Gunung Semeru bisa sedikit bernapas lega di akhir tahun ini. Pasalnya sistem booking online kini hanya membatasi 600 pendaki per hari untuk mendaki gunung tertinggi di Jawa tersebut. Kalau dulu bisa ribuan orang di akhir tahun, kini maksimal 600 saja. Kabar buruknya lagi, kuota di liburan Natal dan Tahun Baru 2019 sudah full booking. Cari gunung lain aja Gaes!

4. Kuta Beach di Bali tentu juga ramai oleh wisatawan domestik dan mancanegara. Nggak enak banget kalau penuh manusia di sana

Bali setiap hari dikunjungi oleh banyak wisatawan. Tapi di liburan akhir tahun juga pasti akan meningkat. Selain pantai yang penuh oleh turis, harga hotel pun jadi makin mahal. Mending ke kawasan lain deh kalau ke Bali. Kamu bisa ke Karangasem, atau ke Bali Utara.

5. Gunung Prau adalah gunung favorit pendaki lokal. Kalau libur panjang jangan ditanya deh, rame banget!

Gunung Prau memenuhi segala hal yang disukai pendaki, pemandangan indah, trek nggak berat, biaya untuk ke sana relatif murah. Maka tak heran, gunung yang berada di Kabupaten Wonosobo ini selalu dibanjiri pendaki tiap weekend dan long weekend, lebih-lebih akhir tahun. Pikir lagi deh kalau kamu mau ke sana. Bisa-bisa nggak kebagian tempat bikin tenda nanti.

6. Karimunjawa tidak aman dikunjungi di akhir tahun hingga awal tahun karena cuaca. Nggak sedikit lho yang terjebak di sana!

Bisa dikatakan wisata ke Karimunjawa sangat tergantung dengan cuaca di lautan. Karimunjawa bisa didatangi asalkan cuaca baik dan cerah. Sayangnya di akhir tahun mulai akhir Desember sampai awal tahun (Januari-Maret) cuaca di Karimunjawa tidak bagus sehingga kapal pun tidak selalu beroperasi. Tidak sedikit cerita wisatawan yang tidak bisa pulang ke Jawa karena kapal tidak berani beroperasi karena ombak tinggi. Jadi kalau kamu mau ke sana di akhir tahun, harus siap dengan resiko tersebut ya. Nggak cuma Karimunjawa aja sih, wisata-wisata di laut memang tidak cocok dinikmati di akhir tahun dan awal tahun.

Nah itu dia rekomendasi Hipwee Travel buat pertimbangan kamu liburan di akhir tahun ini. Ini bukan berarti Hipwee bikin tempat wisatanya nggak laku ya, bukan begitu. Akhir tahun juga bakal ramai kok tempat wisata di atas. Kita cuma pengen kamu liburan ke tempat lain yang lebih nyaman aja. Masih ada banyak kok tempat wisata lain yang bisa kamu kunjungi. Kalau pengen banget ke 6 destinasi tersebut bisa kok lain waktu, yang penting jangan sekarang. Hehehe.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

Design a site like this with WordPress.com
Get started