1. Atasan dry quick
Kaus berbahan cepat kering atau dry quick penting dibawa oleh pendaki. Kaus ini berbobot ringan. Tentu tak memberi beban lebih pada carrier. Saat kena air hujan pun kaus tersebut bakal cepat kering. “Karena ada teknologi wicking yang menyerap air atau keringat”.
2. Sepatu gunung dengan desain middle cut
Sepatu middle cut menjadi peranti penting yang wajib dibawa secara personal. Sepatu model semi-booth ini akan melindungi telapak kaki dan mata kaki dari akar-akar yang melintang, bebatuan tajam, dan cipratan dari genangan air.
3. Trekking pole
Trekking pole atau tongkat jalan akan membantu pendaki menyukseskan perjalanan turun gunungnya. “Penting untuk turun gunung karena dapat menahan beban tubuh,” ujarnya. Idealnya, masing-masing pendaki membawa dua trekking pole. Keduanya akan menyeimbangkan langkah kaki kanan dan kiri selama perjalanan.
4. Head lamp
Head lamp atau lampu senter yang dipasangkan di kepala amat penting dibawa ketika pendaki melakukan pendakian. Lampu bantuan ini akan menolong mereka melewati medan gelap saat malam hari.
5. Matras dan slepping bag
Tak kalah penting, matras dan slepping bag kudu masuk carrier masing-masing pendaki. Keduanya akan melindungi pendaki dari hawa dingin di ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, yang suhunya kadang-kadang mendekati nol derajat.
6. Manajemen layer
Perlengkapan manajemen layer, meliputi based layer, polar, dan jaket windbreaker, penting digunakan saat malam hari di gunung. Tiga jenis pakaian tersebut bakal digunakan berlapis guna melindungi tubuh dari hawa dingin. Selain itu, mengantisipasi pendaki terserang hipotermia.
7. Jas hujan
Jas hujan wajib masuk carrier bagian luar. Sebab, cuaca di pegunungan tak menentu. Hujan dapat turun tiba-tiba dan pendaki kudu langsung siap memakai jas hujan.
Leave a comment